Cara Penyimpanan ASI yang Benar – Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu diingat saat menyimpan ASI yang diekstraksi:
-Gunakan botol atau wadah yang bersih dan steril untuk menyimpan ASI. Pilih botol plastik dengan penutup atau kantong plastik khusus ASI (bebas BPA).
-Beri label pada setiap kantong atau botol ASI. Catat tanggal dan waktu saat Anda menyapih dan menyimpan susu. Gunakan pulpen atau spidol dengan tinta tahan air agar tidak cepat pudar.
-Sangat berguna untuk memberi label pada setiap kantong atau botol susu untuk mengetahui susu apa yang akan digunakan terlebih dahulu. Disarankan agar Anda menggunakan ASI sesuai tanggal dan waktu pada pemesanan pertama disimpan.
-Susu hasil ekstraksi disimpan dalam lemari es atau freezer (freezer).
-Jangan menyimpan ASI dengan meletakkannya di pintu lemari es karena mudah terkena udara luar.
-Periksa suhu lemari es secara rutin minimal 3 kali sehari.
Jika ASI dituangkan saat bepergian, di kantor atau di luar, itu harus dingin. Pastikan ASI yang diekstraksi disimpan pada suhu yang tepat sampai disimpan di lemari es atau freezer di rumah.
-Selain botol, pompa ASI juga harus bersih. Setelah selesai, bersihkan pompa dengan air hangat dan sabun.
-Kemudian bilas dan keringkan sebelum disimpan kembali.
-Ingatlah untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum menyusui dan menyimpan ASI.
-Selalu bersihkan semua barang yang bersentuhan dengan ASI untuk mengurangi kemungkinan berkembang biaknya bakteri dalam ASI yang disimpan.
Demikianlah cara penyimpanan ASI yang benar, semoga bermanfaat!
