{"id":371,"date":"2022-09-08T16:26:52","date_gmt":"2022-09-08T16:26:52","guid":{"rendered":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/?p=371"},"modified":"2022-09-23T16:53:27","modified_gmt":"2022-09-23T16:53:27","slug":"manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/","title":{"rendered":"Manajemen  ASI Perah untuk Wanita Karir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir &#8211;<\/strong> Kembali bekerja setelah cuti hamil bukan berarti Anda harus berhenti menyusui si kecil. Ada manajemen Air Susu Ibu (ASIP) yang bisa dilakukan untuk tetap menyusui tanpa masalah. Lantas bagaimana cara menjaga kualitas ASI yang tepat dan tetap sehat?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">ASI atau ASIP diperoleh dengan memeras ASI dari payudara ke dalam wadah steril, seperti botol, yang diberikan kepada bayi. ASI perah umumnya diberikan saat Anda jauh dari si kecil untuk waktu yang lama, seperti saat Anda sedang bekerja di kantor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Anda juga bisa memeras ASI saat payudara terasa penuh, tetapi Anda tidak bersama anak kecil. Tak hanya itu, ASI yang diekstrak ini juga bisa dicampur dengan makanan bayi atau makanan padat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa pertanyaan tentang memerah ASI<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meski banyak manfaatnya, ASIP masih belum banyak diadopsi karena banyak ibu menyusui yang bingung pengelolaannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang menyusui dan jawabannya:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">1. Bagaimana Cara Memerah ASI ?<\/span><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berekspresi di kantor bisa dilakukan dengan 2 cara, baik dengan pompa ASI maupun dengan tangan. Ada 2 jenis pompa asi yaitu pompa asi manual dan pompa asi elektrik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setiap jenis pompa ASI memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pompa yang berfungsi untuk satu orang mungkin tidak berfungsi untuk orang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika Anda ingin memerah ASI dengan tangan, ikuti langkah-langkah berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">-Cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air sampai bersih.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">-Tempatkan botol atau wadah yang disterilkan di bawah payudara untuk menampung ASI.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">-Pijat payudara Anda dengan lembut<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">-Tempatkan jari Anda dalam bentuk C di sekitar areola atau area gelap di sekitar puting, dan tekan dengan lembut. Jangan menekan puting terlalu keras karena dapat menyebabkan rasa sakit dan menyumbat aliran ASI.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">-Lepaskan tekanan saat susu keluar dan ulangi tekanan dengan lembut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Saat aliran ASI sudah berhenti, pijat bagian lainnya hingga seluruh permukaan payudara dipijat. Anda juga bisa melakukan hal yang sama pada susu lainnya. Begitu seterusnya hingga ASI berhenti mengalir dan payudara tidak lagi terasa penuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Awalnya ASI yang keluar hanya sedikit, namun lama kelamaan aliran ASI bisa menjadi lebih lancar dan lebih banyak jika Anda memerah secara rutin.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">2. Bagaimana Cara Menyimpan ASIP ?<\/span><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penting untuk memasukkan ASI ke dalam <a href=\"https:\/\/ambubaba.com\/\"><strong><em>botol kaca<\/em> <\/strong><\/a>atau plastik yang bebas bisphenol-A (BPA), karena bahan kimia tersebut tidak aman untuk kesehatan bayi Anda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pastikan botol disterilkan atau setidaknya dicuci dengan air hangat hingga bersih. Jangan menyimpan ASI dalam botol yang tidak dapat digunakan berulang kali.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kemudian tempelkan label pada botol dengan waktu dan tanggal susu dituangkan. Jika ASI diberikan ke tempat penitipan anak atau rekan kerja dengan sebotol susu dari anak lain, tuliskan nama bayi dan nama ibu pada label.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ibu juga disarankan untuk memasukkan ASI ke dalam kantong atau pendingin khusus saat pulang. Hal ini penting untuk menjaga kualitas ASIP.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika Anda ingin memasukkannya ke dalam lemari es, letakkan botol susu di bagian yang paling dingin atau di dalam freezer. Mulailah mengambil bagian ASIP dari susu pertama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">3. Berapa lama ASIP bisa bertahan ?<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Umur simpan ASI tergantung di mana ASI disimpan. Ada beberapa pedoman penyimpanan ASIP yang harus Anda ketahui, termasuk:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">ASI segar dapat disimpan hingga 4 jam pada suhu kamar<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika disimpan dalam wadah tertutup dengan kompres es, ASI dapat bertahan hingga 24 jam<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">ASI yang disimpan di lemari es dapat disimpan selama 3-4 hari<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">ASI yang disimpan di freezer memiliki masa simpan hingga 6 bulan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meski bisa disimpan, beberapa nutrisi, seperti protein dan vitamin, bisa hilang dalam ASI yang disimpan terlalu lama. Untuk memastikan kualitasnya, ASI yang sudah melebihi masa penyimpanan harus dibuang dan lebih baik diberikan ASI yang masih segar.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">4. Cara Memanaskan ASIP ?<\/span><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Susu botolan yang sudah disimpan di lemari es bisa ditaruh di semangkuk air hangat sebelum diberikan kepada bayi. Jangan masukkan kembali ke lemari es setelah dipanaskan, oke?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Juga, jangan menggunakan microwave atau merebus susu untuk memanaskannya karena dapat merusak nilai gizinya. Air susu ibu yang dipanaskan dengan cara ini juga akan terasa sangat hangat di mulut bayi.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">5. Berapa banyak ASIP yang harus disiapkan?<\/span><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Itu sangat tergantung pada kebutuhan bayi. Kebutuhan ASI meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan berat badan bayi. Jumlah ini kemudian akan berkurang setelah bayi mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) pada usia 6 bulan ke atas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pemberian ASI pada bayi dapat dilakukan dengan botol atau gelas khusus bayi (cup feeder). Namun, jika ibu sudah bersama bayi, Anda tetap perlu mengkondisikan bayi untuk menghisap langsung dari payudara untuk mendorong kelancaran produksi ASI.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengelolaan ASI yang tepat dapat menjadi solusi bagi ibu bekerja yang ingin tetap menyusui bayinya. Sama seperti menyusui secara langsung, ibu menyusui membutuhkan asupan makanan yang sehat dan istirahat yang cukup untuk mendapatkan ASI yang cukup.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika Anda kesulitan mengatasi ASI yang Anda berikan atau kesulitan menyusui si kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konsultan laktasi agar gejala yang Anda alami dapat ditangani dengan baik.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir &#8211; Kembali bekerja setelah cuti hamil bukan berarti Anda harus berhenti menyusui si kecil. Ada manajemen Air Susu Ibu (ASIP) yang bisa dilakukan untuk tetap menyusui tanpa masalah. Lantas bagaimana cara menjaga kualitas ASI yang tepat dan tetap sehat? ASI atau ASIP diperoleh dengan memeras ASI dari payudara ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":242,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir - Ambubaba<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir - Kembali bekerja setelah cuti hamil bukan berarti Anda harus berhenti menyusui si kecil\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir - Ambubaba\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir - Kembali bekerja setelah cuti hamil bukan berarti Anda harus berhenti menyusui si kecil\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ambubaba\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-08T16:26:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-23T16:53:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/asi1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"420\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ambubaba\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ambubaba\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/\"},\"author\":{\"name\":\"ambubaba\",\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/person\/43376330e62bfffa1ca31990f72cbd7e\"},\"headline\":\"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir\",\"datePublished\":\"2022-09-08T16:26:52+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-23T16:53:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/\"},\"wordCount\":776,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/\",\"url\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/\",\"name\":\"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir - Ambubaba\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-09-08T16:26:52+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-23T16:53:27+00:00\",\"description\":\"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir - Kembali bekerja setelah cuti hamil bukan berarti Anda harus berhenti menyusui si kecil\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/\",\"name\":\"Ambubaba\",\"description\":\"Artikel\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#organization\",\"name\":\"Ambubaba\",\"url\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/logoambubaba1.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/logoambubaba1.png\",\"width\":1228,\"height\":364,\"caption\":\"Ambubaba\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/person\/43376330e62bfffa1ca31990f72cbd7e\",\"name\":\"ambubaba\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a10c740f2417a49e74e2016d1ba58c2a13336a209a7c6e594f9699917115d23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a10c740f2417a49e74e2016d1ba58c2a13336a209a7c6e594f9699917115d23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ambubaba\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\"],\"url\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/author\/ambubaba\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir - Ambubaba","description":"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir - Kembali bekerja setelah cuti hamil bukan berarti Anda harus berhenti menyusui si kecil","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir - Ambubaba","og_description":"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir - Kembali bekerja setelah cuti hamil bukan berarti Anda harus berhenti menyusui si kecil","og_url":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/","og_site_name":"Ambubaba","article_published_time":"2022-09-08T16:26:52+00:00","article_modified_time":"2022-09-23T16:53:27+00:00","og_image":[{"width":800,"height":420,"url":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/asi1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ambubaba","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ambubaba","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/"},"author":{"name":"ambubaba","@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/person\/43376330e62bfffa1ca31990f72cbd7e"},"headline":"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir","datePublished":"2022-09-08T16:26:52+00:00","dateModified":"2022-09-23T16:53:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/"},"wordCount":776,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#organization"},"articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/","url":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/","name":"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir - Ambubaba","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#website"},"datePublished":"2022-09-08T16:26:52+00:00","dateModified":"2022-09-23T16:53:27+00:00","description":"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir - Kembali bekerja setelah cuti hamil bukan berarti Anda harus berhenti menyusui si kecil","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/manajemen-asi-perah-untuk-wanita-karir\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Manajemen ASI Perah untuk Wanita Karir"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/","name":"Ambubaba","description":"Artikel","publisher":{"@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#organization","name":"Ambubaba","url":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/logoambubaba1.png","contentUrl":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/logoambubaba1.png","width":1228,"height":364,"caption":"Ambubaba"},"image":{"@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/person\/43376330e62bfffa1ca31990f72cbd7e","name":"ambubaba","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a10c740f2417a49e74e2016d1ba58c2a13336a209a7c6e594f9699917115d23?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a10c740f2417a49e74e2016d1ba58c2a13336a209a7c6e594f9699917115d23?s=96&d=mm&r=g","caption":"ambubaba"},"sameAs":["http:\/\/ambubaba.com\/artikel"],"url":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/author\/ambubaba\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=371"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":372,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371\/revisions\/372"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/242"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}