{"id":190,"date":"2021-07-07T15:29:41","date_gmt":"2021-07-07T15:29:41","guid":{"rendered":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/?p=190"},"modified":"2021-07-08T15:37:03","modified_gmt":"2021-07-08T15:37:03","slug":"cara-mengatasi-kuning-pada-bayi","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/","title":{"rendered":"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi yang Baru Lahir"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara Mengatasi Kuning pada Bayi \u00a0&#8211; <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi kuning sebagai imbas dari tingginya kandungan bilirubin di dalam darah bayi. Bilirubin tersebut sebagai zat warna kuning yang diproduksi tubuh saat sel darah merah pecah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada intinya, badan bayi memang semakin banyak menghasilkan bilirubin dibanding orang dewasa. Tetapi, karena organ hati bayi yang bekerja membuang bilirubin tidak bisa bekerja dengan seutuhnya berkembang, karena itu bilirubin bisa banyak tertumpuk pada tubuh sampai pada akhirnya memunculkan tanda-tanda penyakit kuning.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keadaan ini biasanya bisa pulih sendirinya bersamaan perubahan peranan organ hati bayi dalam membuang bilirubin. Namun, pada keadaan tertentu, bayi kuning bisa menjadi pertanda dari satu permasalahan kesehatan yang dialami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut merupakan cara untuk mengatasi kuning pada bayi yang baru lahir :<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #0000ff;\"><b>Berikan Lebih Banyak ASI<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Supaya permasalahan bayi kuning bisa terselesaikan secara cepat, karena itu hal yang harus anda kerjakan ialah memberinya ASI eksklusif dengan teratur dan semakin banyak pada si Kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Zat yang terdapat di dalam ASI bisa meningkatkan mekanisme imun pada bayi dibanding sebelumnya. Nah, tugas mekanisme imun itu untuk melindungi sel otak dari serangan bilirubin yang tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tidak cuma untuk menyembuhkan bayi kuning, ASI yang cukup dapat memberikan ketenangan pada bayi, dan menghindari bayi dari dehidrasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Oleh karena itu, saat mendapati bayi menguning di sejumlah sisi badannya, karena itu cari langkah supaya bisa memperbanyak produksi ASI untuk si Kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">ASI yang diberikan oleh ibu bisa langsung berasal dari payudara si Ibu atau bisa juga ASI yang sudah di pompa dan di taruh di\u00a0 <\/span><a href=\"https:\/\/ambubaba.com\/\"><b><i>freezer box asi<\/i><\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-188\" src=\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/1889242-1024x683.jpg\" alt=\"Kuning Pada Bayi yang Baru Lahir\" width=\"700\" height=\"466\" srcset=\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/1889242-1024x683.jpg 1024w, http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/1889242-300x200.jpg 300w, http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/1889242-768x512.jpg 768w, http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/1889242-1536x1024.jpg 1536w, http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/1889242-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #0000ff;\"><b>Jemur di Matahari Pagi<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selainnya memberinya ASI yang cukup, menjemur bayi dapat digunakan untuk menangani bayi kuning. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Vitamin D yang ada pada cahaya matahari pagi benar-benar menolong bayi untuk dapat menghilangkan penyakit kuning yang berada di badannya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anda perlu menjemurnya sekitaran jam 06.30-09.00, dan yakinkan jika cuaca pada pagi itu tidak mendung. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jemurlah si Kecil pada keadaan telanjang sepanjang 15-30 menit. Tetapi, upayakan supaya matanya terlindungi dari pancaran sinar matahari langsung.<\/span><\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #0000ff;\"><b>Jangan Biarkan Dehidrasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jangan sampai biarkan bayi kuning alami dehidrasi. Oleh karenanya, janganlah lupa untuk memberinya cairan sesering mungkin ke bayi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Triknya dengan memberinya ASI tiap satu sampai dua jam sekali. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, saat bayi bangun tidur, berikan ASI dengan segera! Tidak boleh tunggu sampai bayi menangis lebih dulu ya<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika bayi tidur kelamaan, lekas bangunkan dengan menggelitik sisi telapak kaki atau pipinya. Ibu bisa juga mengoleskan ASI di bibirnya atau dekatkan mulutnya dengan payudara si Ibu.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #0000ff;\"><b>Beri Therapy Sinar<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Therapy sinar yang dilengkapi dengan fototerapi bisa menjadi satu di antara jalan yang bisa dikerjakan untuk menangani bayi kuning.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk jalankan therapy yang ini, umumnya bayi akan ditempatkan ke boks khusus selanjutnya tubuhnya akan dilakukan pencahayaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Langkah lain bisa juga dengan menggendong bayi masuk ke ruang fototerapi, kemudian dilakukan pencahayaan dengan bentang saat yang ditetapkan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #0000ff;\"><b>Lihat Keadaan Fisiknya<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sesudah lakukan banyak hal di atas, Anda pun perlu memeriksa keadaan fisik bayi. Anda perlu waspada bila bayi mempunyai fisik lemas dan tidak aktif bergerak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disamping itu, Anda pun perlu panik bila dia tidak ingin menyusu atau sering merintih. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saat hal tersebut terjadi pada si Kecil, karena itu Anda harus cepat tanggap dan lekas bawa bayi ke rumah sakit.<\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Mengatasi Kuning pada Bayi \u00a0&#8211; Bayi kuning sebagai imbas dari tingginya kandungan bilirubin di dalam darah bayi. Bilirubin tersebut sebagai zat warna kuning yang diproduksi tubuh saat sel darah merah pecah. Pada intinya, badan bayi memang semakin banyak menghasilkan bilirubin dibanding orang dewasa. Tetapi, karena organ hati bayi yang bekerja membuang bilirubin tidak bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":191,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-190","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Mengatasi Kuning pada Bayi yang Baru Lahir - Ambubaba<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi - Bayi kuning sebagai imbas dari tingginya kandungan bilirubin di dalam darah bayi. Bilirubin tersebut sebagai zat warna kuning yang diproduksi tubuh saat sel darah merah pecah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi yang Baru Lahir - Ambubaba\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi - Bayi kuning sebagai imbas dari tingginya kandungan bilirubin di dalam darah bayi. Bilirubin tersebut sebagai zat warna kuning yang diproduksi tubuh saat sel darah merah pecah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ambubaba\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-07T15:29:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-07-08T15:37:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/bayi.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1126\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ambubaba\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ambubaba\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/\"},\"author\":{\"name\":\"ambubaba\",\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/person\/43376330e62bfffa1ca31990f72cbd7e\"},\"headline\":\"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi yang Baru Lahir\",\"datePublished\":\"2021-07-07T15:29:41+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-08T15:37:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/\"},\"wordCount\":518,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/\",\"url\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/\",\"name\":\"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi yang Baru Lahir - Ambubaba\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#website\"},\"datePublished\":\"2021-07-07T15:29:41+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-08T15:37:03+00:00\",\"description\":\"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi - Bayi kuning sebagai imbas dari tingginya kandungan bilirubin di dalam darah bayi. Bilirubin tersebut sebagai zat warna kuning yang diproduksi tubuh saat sel darah merah pecah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi yang Baru Lahir\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/\",\"name\":\"Ambubaba\",\"description\":\"Artikel\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#organization\",\"name\":\"Ambubaba\",\"url\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/logoambubaba1.png\",\"contentUrl\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/logoambubaba1.png\",\"width\":1228,\"height\":364,\"caption\":\"Ambubaba\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/person\/43376330e62bfffa1ca31990f72cbd7e\",\"name\":\"ambubaba\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a10c740f2417a49e74e2016d1ba58c2a13336a209a7c6e594f9699917115d23?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a10c740f2417a49e74e2016d1ba58c2a13336a209a7c6e594f9699917115d23?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ambubaba\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\"],\"url\":\"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/author\/ambubaba\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi yang Baru Lahir - Ambubaba","description":"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi - Bayi kuning sebagai imbas dari tingginya kandungan bilirubin di dalam darah bayi. Bilirubin tersebut sebagai zat warna kuning yang diproduksi tubuh saat sel darah merah pecah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi yang Baru Lahir - Ambubaba","og_description":"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi - Bayi kuning sebagai imbas dari tingginya kandungan bilirubin di dalam darah bayi. Bilirubin tersebut sebagai zat warna kuning yang diproduksi tubuh saat sel darah merah pecah.","og_url":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/","og_site_name":"Ambubaba","article_published_time":"2021-07-07T15:29:41+00:00","article_modified_time":"2021-07-08T15:37:03+00:00","og_image":[{"width":2250,"height":1126,"url":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/bayi.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ambubaba","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ambubaba","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/"},"author":{"name":"ambubaba","@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/person\/43376330e62bfffa1ca31990f72cbd7e"},"headline":"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi yang Baru Lahir","datePublished":"2021-07-07T15:29:41+00:00","dateModified":"2021-07-08T15:37:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/"},"wordCount":518,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#organization"},"articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/","url":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/","name":"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi yang Baru Lahir - Ambubaba","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#website"},"datePublished":"2021-07-07T15:29:41+00:00","dateModified":"2021-07-08T15:37:03+00:00","description":"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi - Bayi kuning sebagai imbas dari tingginya kandungan bilirubin di dalam darah bayi. Bilirubin tersebut sebagai zat warna kuning yang diproduksi tubuh saat sel darah merah pecah.","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/cara-mengatasi-kuning-pada-bayi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Mengatasi Kuning pada Bayi yang Baru Lahir"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/","name":"Ambubaba","description":"Artikel","publisher":{"@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#organization","name":"Ambubaba","url":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/logoambubaba1.png","contentUrl":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/logoambubaba1.png","width":1228,"height":364,"caption":"Ambubaba"},"image":{"@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/person\/43376330e62bfffa1ca31990f72cbd7e","name":"ambubaba","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ambubaba.com\/artikel\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a10c740f2417a49e74e2016d1ba58c2a13336a209a7c6e594f9699917115d23?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a10c740f2417a49e74e2016d1ba58c2a13336a209a7c6e594f9699917115d23?s=96&d=mm&r=g","caption":"ambubaba"},"sameAs":["http:\/\/ambubaba.com\/artikel"],"url":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/author\/ambubaba\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":192,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190\/revisions\/192"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ambubaba.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}