Botol Plastik untuk ASI – Kesibukan bekerja atau banyak aktivitas di luar ruangan sebenarnya bukan halangan untuk tetap melanjutkan pemberian ASI eksklusif.
Meski ada tantangan bagi ibu menyusui dan menyusui, Anda tetap bisa menyusui. Ini akan tergantung pada kondisi Anda, termasuk mastitis atau infeksi payudara.
Padahal, ada banyak manfaat menyusui yang bisa dinikmati baik oleh bayi maupun ibu. Sebelum keluar rumah, saat tidak bekerja, atau di sela-sela kesibukan pekerjaan kantor, Anda bisa menyusui dengan pompa ASI.
Bahkan jika Anda tidak punya waktu untuk menyusui bayi Anda secara langsung dalam posisi menyusui yang nyaman. Namun, jangan remehkan cara menyimpan atau menyimpan ASI setelah diekstraksi. ASI merupakan makanan yang bersih dan steril bila diberikan langsung dengan menyusui bayi.
Oleh karena itu, jika susu bayi dikemas dalam botol untuk disimpan, penting untuk memperhatikan kebersihan wadah penyimpanannya.
Meski terbuat dari plastik, Anda tidak perlu khawatir dengan keamanan saat menggunakannya.
Botol plastik biasanya didesain agar aman untuk bayi. Jika Anda tidak ingin membeli botol plastik ASI yang mengandung bahan kimia tertentu, coba pilih botol yang bebas BPA (bisphenol-A).
BPA adalah jenis bahan kimia yang biasa digunakan untuk membuat berbagai produk, seperti kemasan makanan atau minuman dan produk kebersihan.
Atau, Anda dapat mencari botol dengan nomor daur ulang “5”, karena terbuat dari polipropilen (PP atau polipropilena).
Label PP atau lingkaran nomor 5 di bagian bawah botol adalah pilihan bahan plastik yang baik. Tidak hanya untuk menyimpan ASI, botol ini juga bisa digunakan saat menyusui bayi. Sebagai wadah untuk menyimpan ASI, botol plastik memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan Botol Plastik untuk ASI
-Enteng / Ringan
-Kuat
-Tidak mudah rusak
-Harganya relatif murah
-Tersedia dalam berbagai ukuran
Kekurangan Botol Susu Plastik
-tidak bisa digunakan untuk waktu yang lama
-tidak bisa direbus atau direndam dalam air pada suhu yang sangat tinggi
